pasang iklan anda di situs rejangnews.com
KOLOM IKLAN/BANNER
Bullying Siswa SD di Rejang Lebong Berujung Damai, Ini Tindakan Dikbud

Bullying Siswa SD di Rejang Lebong Berujung Damai, Ini Tindakan Dikbud

Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Effendi, S.Pd, M.Pd.

Rejangnews.com || Rejang Lebong – Kasus bullying siswa SDN 47 Rejang Lebong yang menimpa tiga anak akhirnya diselesaikan secara damai melalui jalur kekeluargaan. Proses mediasi difasilitasi oleh pihak Polsek Bermani Ulu dengan melibatkan korban, pelaku, serta orang tua masing-masing.

Kepala Dikbud Rejang Lebong, Zakaria Efendi, menyampaikan terimakasih kepada pihak Polsek Bermani Ulu yang telah membantu memediasi permasalahan ini hingga berakhir damai secara kekeluargaan.

Menurutnya, penyelesaian secara kekeluargaan menjadi langkah terbaik untuk mencegah konflik berkepanjangan sekaligus menjaga kondisi psikologis anak-anak yang terlibat.

Sebagai tindak lanjut, Dikbud Rejang Lebong mengambil langkah pemulihan terhadap korban bullying siswa SD Rejang Lebong dengan menghadirkan pendamping psikologis. Guru SMPN 33 Rejang Lebong, Nurhayati, ditunjuk untuk mendampingi proses pemulihan mental anak-anak korban.

Polsek Bermani Ulu fasilitasi Proses mediasi kasus perundungan di SDN 47 Rejang Lebong.

“Selain itu, untuk sementara waktu para siswa tidak mengikuti pembelajaran tatap muka. Sebagai gantinya, proses belajar dilakukan secara daring dengan pengawasan guru kelas dan wali kelas,” jelas Zakaria.

Dikbud juga mengakui bahwa sebelumnya pihak sekolah sempat menangani persoalan ini. Namun, penyelesaian belum optimal karena tidak melibatkan orang tua siswa. Ke depan, sekolah diminta agar selalu menghadirkan orang tua dalam setiap penyelesaian masalah siswa agar tidak berkembang menjadi konflik lebih besar.

Meski demikian, pihak Dikbud memastikan tidak ada unsur kelalaian sekolah karena kejadian berlangsung di luar jam belajar.

Untuk mencegah kejadian serupa, Dikbud Rejang Lebong meminta perketat pengawasan di lingkungan sekolah, terutama saat jam istirahat. Selain itu, akan diterbitkan surat edaran serta dilakukan pembinaan kepada para guru agar lebih aktif mengawasi siswa.

“Langkah sosialisasi juga akan terus digencarkan melalui berbagai forum, termasuk pertemuan kepala sekolah dan media massa, guna meminimalisir kasus bullying siswa Rejang Lebong terulang di masa mendatang,” pungkasnya. (Ade)

Space Iklan
Bayar Disini Aja
Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top