Selain sebagai ikhtiar spiritual, kegiatan ini juga bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Menurut Fikri, kebahagiaan mereka merupakan energi positif bagi kehidupan sosial masyarakat Rejang Lebong ke depan.
“Ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin menjadikannya ruang silaturahmi dan kebersamaan, agar anak-anak yatim dan difabel bisa merasa bahagia, tertawa, dan merasakan kehangatan. Ketika mereka bahagia, insya Allah daerah kita pun ikut bahagia,” ujar Bupati.
Pada kesempatan itu, Fikri juga menyinggung upaya pemerintah daerah membuka akses Rumah Dinas Bupati agar lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya dengan membangun fasilitas taman bermain di sekitar rumah dinas.
“Rumah dinas ini bukan milik pribadi bupati, melainkan milik seluruh masyarakat Rejang Lebong, termasuk anak-anak yatim dan difabel. Kami hanya diberi amanah sementara. Harapannya, rumah dinas dan taman bermain ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bersama dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rnr)










