Menurut hemat penulis, hal demikian telah banyak terjadi dikalangan Alumni KAMMI dan bahkan Kader KAMMI itu sendiri yang secara tidak langsung mengkotak-kan diri masuk dalam sebuah perahu Parpol tersebut. Jika hal ini terus dibiarkan, mau dibawah kemana ‘Marwah Organisasi KAMMI’ ini??? lalu, apakah organisasi KAMMI dimata publik dan dimata semua OKP yang ada di Republik ini tetap ingin ditunggangi sebuah Partai Politik (Parpol)??? Jawabannya, kembali pada masing-masing individu Kader KAMMI dan Alumni KAMMI itu sendiri apakah ingin tetap menjaga ‘Marwah Independen’ demi tegak kokohnya persatuan, kesatuan dan kesolidan sebuah Organisasi atau malah tetap dibiarkan begitu saja terkotak-kotak yang tidak ada marwah jati diri yang jelas agar tetap menjaga citra publik dari esensi jati diri seorang kader aktivis dengan selogan ‘Muslim Negarawan’ tersebut.
Dinamika dan tantangan setiap wa insan aktivis sebuah organisasi apapun itu organisasinya baik di perahu Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), begitu juga dengan seniornya telah Alumni dari masing-masing OKP tersebut meliputi, Keluarga Alumni KAMMI (KA KAMMI), Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA PMII), Korps Alumni HMI (KAHMI), Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI), Alumni IMM dan Alumni OKP-OKP lainnya yang terdapat di Republik ini mutlak ada yang namanya dinamika, tantangan dan gesekan-gesekan dalam bersosialisasi dan beradaptasi dengan semua pihak manapun bukan hanya pihak Parpol tertentu melainkan juga dalam tataran kompetisi apapun itu termasuk juga kompetisi dalam sebuah pertarungan kursi-kursi penyelenggara Pemilu/Pilkada seperti Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) mutlak dimiliki oleh insan-insan anak bangsa Indonesia yang sampai hari ini masih fokus menjaga esensi jati diri dan marwah diri yang mutlak ‘Independen (Non Partai Politik)’.






