Ia melanjutkan, meskipun pendidikan dilaksanakan secara tatap muka, tapi pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama pendidikan, seperti per barak yang biasanya terisi oleh 50-an siswa, saat ini hanya diisi separuhnya, begitu juga dalam pembagian per kelas. Namun, untuk pendidikan yang berkenaan dengan fisik sementara dikurangi dahulu. Sementara, pendidikan di luar fisik tetap dilanjutkan seperti biasa sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan.
“Untuk pendidikan tatap muka ini sudah berjalan 4 hari yang akan terus berlanjut hingga terakhir pendidikan pada tanggal 28 Juli 2021 nanti. Kalau untuk hari libur, para siswa tetap diawasi di lingkungan SPN dan dilarang keluar. Dari 230 siswa tersebut, siswa yang berasal dari kabupaten Rejang Lebong, kurang lebih sebanyak 30 siswa, sisanya dari luar, yang paling banyak dari Kota Bengkulu,” pungkas Asrial. (Ade)










