“Pengelola menyampaikan bahwa sejak April lalu mereka tidak lagi bekerja sama dengan pihak pengelola Air Terjun Tri Sakti, sehingga sekarang masing-masing dikelola secara mandiri,” jelasnya.
Selain persoalan tiket, sejumlah pengunjung juga menyoroti minimnya pelayanan ketika terjadi kendala di area wisata. Salah satu wisatawan mengaku mengalami ban sepeda motor pecah saat masih berada di dalam kawasan objek wisata, namun tidak mendapatkan bantuan maupun arahan dari pihak pengelola.
Menurutnya, meskipun kerusakan kendaraan bukan tanggung jawab pengelola, setidaknya wisatawan berharap ada bantuan atau solusi yang diberikan karena kejadian tersebut terjadi di area wisata yang dikelola.
“Motor kami mengalami ban pecah saat masih berada di dalam lokasi wisata. Setidaknya ada bantuan atau petunjuk dari pengelola karena kami masih berada di kawasan wisata,” keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan wisatawan yang mengunjungi Air Terjun Puspa Dewi dan Air Terjun Tri Sakti pada sore hari. Mereka mengaku tidak menemukan petugas maupun pengelola saat kembali ke area parkir, meskipun kendaraan pengunjung masih berada di lokasi.






