Thomas Carsten Mann menyambut antusias kolaborasi tersebut. Ia menilai program kelas industri yang digagas sekolah ini memiliki dampak langsung pada kesiapan siswa menghadapi dunia kerja global. Dirinya bahkan berencana kembali ke sekolah untuk memantau perkembangan pembelajaran bahasa Jerman. “Jika diundang, saya pasti datang. Semoga program ini berjalan sesuai harapan,” tegas Mr Ameen sapaan akrbanya.

Dukungan serupa datang dari Kasi SMK Cabdin Wilayah II Curup, Rendra, yang hadir mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Ia menyebut SMKN 1 Rejang Lebong sebagai pilot project yang layak menjadi rujukan bagi SMK lain di provinsi tersebut. “Program ini patut diapresiasi dan semoga bisa berkelanjutan setiap tahun. Kita ingin lulusan SMK mampu bersaing di tingkat internasional,” harapnya.
Di bawah kepemimpinan Asep Suparman, SMKN 1 Rejang Lebong berkembang menjadi salah satu sekolah favorit di daerah itu. Banyak alumninya kini bekerja secara resmi di luar negeri, sementara siswa aktif mendapat kesempatan magang di berbagai perusahaan besar, baik di Indonesia maupun mancanegara—buah dari kemitraan luas yang terus dibangun sekolah tersebut. (rnr)






