“Kami hanya ingin membantu pemerintah. Ini bentuk kepedulian kami sebagai warga yang setiap hari melintasi jalan ini. Kami membangun sesuai kemampuan dana swadaya yang berhasil dikumpulkan,” ungkapnya.
Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kondisi jalan kabupaten tersebut. Rabat beton yang dikerjakan masyarakat dinilai hanya menjadi solusi sementara, sementara pembangunan secara permanen masih sangat dibutuhkan.
“Harapan kami, pemerintah daerah ke depan dapat kembali menganggarkan pembangunan jalan di wilayah ini. Saat ini kami membantu semampunya melalui dana swadaya,” ujarnya.
Bagi masyarakat, nilai Rp5,2 juta mungkin tidak cukup besar untuk membangun sebuah jalan secara menyeluruh. Namun dana tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata.
Dari hasil patungan, material berhasil dibeli. Dari tenaga yang diberikan secara sukarela, jalan yang sebelumnya rusak mulai dapat dilalui dengan lebih aman.
Pekerjaan rabat beton sepanjang sekitar 200 meter itu masih akan dilanjutkan.






