
Ia juga mengusulkan agar buku-buku terbaik ini dipublikasikan di media sosial, seperti website budaya Rejang Lebong, dengan narasi dan video, sementara versi PDF-nya harus dilindungi dengan hak cipta. Abstraknya saja yang dapat diakses publik untuk mencegah penyalahgunaan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikbud, Hanafi, M.Pd menjelaskan bahwa lomba penulisan buku ini diikuti oleh sepuluh peserta, dan hadiah hanya diberikan kepada empat pemenang.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional, termasuk dari IAIN, dan total hadiah pembinaan yang diberikan berjumlah Rp70.000.000. “Buku-buku yang terpilih akan dicetak dan disebarkan ke sekolah-sekolah untuk memperkaya literasi budaya Rejang Lebong,” jelasnya.

Selain itu, Hanafi menambahkan bahwa keempat buku terbaik ini akan dimasukkan sebagai muatan lokal dalam kurikulum kelas I-VI SD dan VII-IX SMP, yang sebelumnya juga telah diadakan festival tunas bahasa ibu.
Setelah penghargaan diberikan, para penulis buku menyerahkan karyanya kepada Bupati, ketua komisi I DPRD, Polres RL, dan pejabat lainnya.










