“Mal pelayanan publik ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjadi percontohan di Bengkulu,” ujarnya.
Kadis DPMPTSP Bengkulu, Supran, mengapresiasi soft launching mal pelayanan publik Rejang Lebong dan berharap kabupaten lain dapat menyusul.
Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, menekankan bahwa mal pelayanan publik ini dapat menjadi kebanggaan daerah, memberikan pelayanan cepat, akurat, dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi investor.
“Dinas Sosial juga akan segera bergabung di Mal Pelayanan Publik di Bulan Januari 2024 nanti,” ungkap Bupati.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU oleh bupati bersama instansi lintas sektor, pengguntingan pita di pintu masuk, dan peninjauan stand pelayanan.
Sementara pihak CV Alpagker Abadi, Yuki yang membangun Mal Pelayanan Publik tersebut mengatakan, pembangunan mal pelayanan publik ini menelan anggaran APBD RL sebesar Rp 1.297 miliar.
“Dan alhamdulilah kegiatannya berjalan lancar, apalagi saat ini sudah diresmikan, saya ucapkan terimakasih, mudah-mudahan kedepan gedung ini bermanfaat dan menjadi sumber PAD potensial,” pungkasnya. (Ade)






