Dari hasil rapat, perusahaan-perusahaan yang hadir menyatakan kesediaannya untuk membantu memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Alhamdulillah, mereka siap untuk memperbaiki jalan, khususnya pada bagian yang mengalami kerusakan parah,” ujar Hendri.
Ia berharap pengerjaan jalan dapat dimulai paling lambat pada Senin, 24 Maret 2025, dan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Untuk itu, Ia meminta agar perusahaan menghentikan sementara operasi armada alat berat, agar proses perbaikan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga.
Apalagi, Jalan dari Desa Ulak Tanding ke Desa Belumai I bukan hanya jalur operasional bagi perusahaan, tetapi juga merupakan akses utama bagi masyarakat setempat.
“Oleh sebab itu, saya mengimbau perusahaan untuk mengontrol muatan kendaraan agar tidak berlebihan dan tidak merusak jalan yang telah diperbaiki,” tegas Wabup.
Adapun enam perusahaan yang turut hadir dalam rapat ini adalah CV. Diagonal Simetris, CV. Glen Glegau, PT. Cipta Rekayasa Fadila, PT. Praja Mandiri, PT. Rahmat Hidayat Bersaudara, dan PT. Tan Iron Indonesia. (rno/adv)










