
Menurutnya, penyumbatan drainase oleh lumpur dan sampah menjadi penyebab utama banjir. Ia pun mengimbau para pedagang di Pasar Pagi, terutama di sekitar Jalan Suprapto, agar tidak membuang sampah ke saluran drainase.
Dalam penanganannya, armada excavator dikerahkan untuk menggali siring yang tertutup tanah di depan TPU, sementara dua unit Damkar menyemprotkan air ke dalam drainase buntu agar lumpur dan sampah terdorong keluar, sehingga dapat diangkat secara manual. Warga juga ikut berpartisipasi, dengan sejumlah ibu-ibu yang mengenakan seragam olahraga turut membantu membersihkan sampah.
Tanah hasil pengangkatan dari drainase langsung dibersihkan dengan loader dan diangkut menggunakan truk sampah.
“Alhamdulillah kami sangat berterimakasih kepada bapak Bupati dan Wabup, karena sudah terjun langsung dalam penanganan banjir ini, mudah-mudahan pengurasan Siring rutin dilaksanakan,” ungkap Alisa (37) salah satu warga setempat. (rno/adv)









