banner bpkd 2024-rejangnews
Giliran Gadis Muda Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Labor RSUD Curup

Giliran Gadis Muda Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Labor RSUD Curup

Rejangnews.com || Rejang Lebong – Setelah sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong (RL) menetapkan 2 orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan gedung Laboratorium RSUD Curup tahun 2020.

Yaitu ID (31) yang merupakan Direktur CV Cahaya Riski sebagai pelaksana proyek dan HR (53) yang merupakan PPK pada proyek tersebut.

Kali ini giliran seorang gadis muda yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni SR (26) selaku Direktur Konsultan Pengawas pada proyek tersebut.

Demikian disampaikan Kajari RL Fransisco Tarigan, SH., MH Lebong saat Pers Rilis di Kejari RL, pada Senin (02/10/2023) pukul 15.30 wib.

Selain sebagai Direktur PT Nusa Mandiri Persada yang beralamat di Kota Bengkulu di tahun 2020 lalu. Tersangka merupakan pegawai Bank DBS Indonesia Jakarta.

Dijelaskan Kajari, adapun dugaan korupsi yang dilakukan oleh tersangka SR adalah tidak melaksanakan tugas pengawasan sebagaimana mestinya.

“Pengawasan yang Ia lakukan tidak sesuai prosedur hukum, bahkan sama sekali tidak mengawasi proyek pekerjaan Laboratorium RSUD Curup dan ada unsur kesengajaan tidak menandatangani kontrak. Untuk pagu anggaran pengawasan sendiri sebesar Rp 102 juta,” jelasnya.

Kajari menambahkan, bahwa pihaknya masih akan melakukan pengembangan penyidikan lebih dalam lagi untuk potensi – potensi tersangka lainnya.

Untuk itu, setiap pihak yang merasa bertanggung jawab atas proyek Gedung Laboratorium RSUD Curup, kiranya tidak melayani siapapun yang mengatasnamakan Kejari Rejang Lebong.

“Jangan percaya jika ada oknum-oknum yang siap membantu atau memfasilitasi yang berhubungan dengan proyek ini,” tegas Fransisco.

Lanjutnya, untuk ketiga tersangka yang telah ditetapkan akan dijerat pelanggaran pasal 2 dan 3 undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

Untuk diketahui, dugaan tindak pidana korupsi Proyek pembangunan gedung Laboratorium RSUD Curup tahun 2020 ini berdasarkan temuan ahli fisik yang menyatakan adanya kerugian negara sebesar Rp 500 Juta dari pagu anggaran sebesar Rp 4,6 Milyar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). (Ade)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top