Gelar Sosialisasi Anti Korupsi, Ini Pesan Bupati Kopli

Gelar Sosialisasi Anti Korupsi, Ini Pesan Bupati Kopli

Rejangnews.com || Lebong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong menggelar Sosialisasi/Penyuluhan Anti Korupsi Tahun 2024, bertempat di Aula Pemda Kabupaten Lebong, pada Selasa (02/07/2024) .

Acara dibuka langsung Bupati Lebong, Kopli Ansori didampingi Kasat Reskrim AKP Rabnus Supandi, Asisten I Setda Lebong, Reko Haryanto, Sekretaris Inspektorat Daerah, Andi Febriansyah, Narasumber perwakilan dari Inspektorat Provinsi Bengkulu, serta dihadiri seluruh Camat dan Kades.

Bupati Lebong, Kopli Ansori dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Lebong menjadikan anti korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Lebong sebagai bentuk loyalitas kepada negara.

Atas komitmen tersebut, maka dirinya meminta tim Kopsurgah KPK agar dapat mendampingi dan membimbing jajaran pemerintah Kabupaten Lebong dalam upaya pencegahan pemberantasan korupsi yang terintegrasi melalui Program Monitoring Center For Prevention (MCP).

“Pendampingan diupayakan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan kabupaten Lebong untuk lebih baik, transparan dan akuntabel,” ujar Kopli.

Politisi PAN ini juga mengingatkan kepada camat dan lurah se-kabupaten Lebong. Pemberantasan korupsi membutuhkan kepemimpinan, kegigihan, dan konsistensi yang luar biasa dalam 4 poin ini.

Pertama memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi sebagai media pengawas pemberantasan korupsi. Media sosial dalam dalam berbagai platform dapat menjadi media kontrol yang ampuh bagi masyarakat sipil untuk turut serta melakukan pengawasan.

Kemudian, terapkan sanksi dan hukuman yang tegas terhadap setiap pelaku korupsi sebagai penegakan hukum dan menjaga kewibawaan aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.

Selanjutnya, bangun mindset aparatur birokrasi yang berakhlak secara bersungguh-sungguh dan konsisten, agar menjadi pelopor budaya antikorupsi di dalam pemerintahan.

Terakhir, gencarkan dan pupuk nilai-nilai antikorupsi agar menjadi karakter bangsa, peran orang tua, guru, ulama, dan akademisi dapat menjadi kekuatan sosial bersama.

“Saya berpesan terutama pada pemerintah desa, jadikan kegiatan ini sebagai pemicu dalam menciptakan inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk menjadi desa anti korupsi di Kabupaten Lebong, sehingga kita selalu memerangi korupsi dan tidak terjerat dalam tindak pidana korupsi,” demikian Bupati Lebong. (**/snd)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top